Ini Penyebab Peredaran Kartu Kredit Turun Drastis

Advertisement
Advertisement
Dari data Bank Indonesia (BI) peredaran kartu kredit di Indonesia selama tiga bulan terakhir mengalami penurunan drastis. Terhitung lebih dari 800 ribu keping kartu kredit ditutup oleh pengguna selama 3 bulan terakhir. Mau tahu apa penyebab terjadinya penurunan peredaran kartu kredit tersebut? Simak penjelasan nya di bawah ini.

Peredaran kartu kredit pada bulan April 2017 sebanyak 17,6 juta justru mengalami penurunan pada akhir Juli 2017. Selama tiga bulan terakhir kartu kredit yang beredar mengalami penyusutan lebih dari delapan ratus ribu keping. Ada beberapa penyebab peredaran kartu kredit turun drastis selama 3 bulan terakhir. Berikut dua penyebab utama yang perlu anda tahu.
penyebab peredaran kartu kredit turun drastis

1. Kebijakan Regulator Mengenai Pembatasan Kepemilikan Kartu Kredit Menjadi Penyebab Utama Penutupan Kartu Kredit

Peraturan regulator mengenai pembatasan kepemilikan kartu kredit menjadi penyebab utama banyaknya nasabah menutup kartu kredit. Kebijakan yang mengatur maksimal pemilikan kartu kredit bagi nasabah dengan penghasilan di bawah Rp 10 juta. Peraturan tersebut telah membatasi nasabah dengan pendapatan di bawah sepuluh juta rupiah per bulan hanya diizinkan memiliki kartu kredit dari dua bank penerbit. Dengan adanya pembatasan tersebut nasabah yang selama ini memiliki lebih dari dua kartu kredit memilih untuk menutup salah satu atau lebih kartu kredit yang dianggap kurang bermanfaat.

2. Kasus Kredit Macet Jadi Salah Satu Penyebab Penyusutan Peredaran Kartu Kredit

Selain kebijakan regulator pembatasan kepemilikan kartu kredit, kasus kredit macet juga menjadi salah satu penyebab penurunan peredaran kartu kredit di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan peraturan dan ketentuan masing-masing bank penerbit kartu kredit.

Disisi lain, masih terdapat bank yang terlalu banyak menerbitkan kartu kredit tanpa memperketat proses verifikasi. Dampaknya tidak sedikit dari kartu yang diterbitkan tersebut macet. Dengan adanya kasus kredit macet tersebut mau tidak mau bank harus melakukan hapus buku atau menutup kartu kredit yang bermasalah.


Meski demikian bank penermbit kartu kredit masih tetap optimis dapat mencapai target peningkatan nasabah dengan tetap selektif dalam melakukan penerbitan. Bahkan BRI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan penerbitan kartu kredit hingga 1,6 juta kartu di akhir tahun 2017.

Kasus Pencurian Data Kartu Kredit Mengharuskan Pengguna Semakin Waspada

Terbongkarnya kasus sindikat jual beli data nasabah bank baru-baru ini membuat Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) mengeluarkan himbauan bagi seluruh pengguna untuk tetap waspada setiap menggunakan kartu kredit. Lebih lanjut AKKI menghimbau bagi pengguna kartu kredit untuk melakukan Swap hanya pada mesin Electronic Data Capture (EDC) termasuk di dalamnya pihak Merchant tetap harus menjaga keamanan dan kerahasiaan data nasabah dengan melakukan transaksi menggunakan EDC.

Dua alasan di atas menjadi penyebab peredaran kartu kredit turun drastis selama beberapa bulan terakhir. Khusus bagi anda yang saat ini memiliki kartu kredit kami sarankan untuk tetap menjadi keamanan dengan meminimalisir pencurian data kartu kredit.
Advertisement
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Ini Penyebab Peredaran Kartu Kredit Turun Drastis