7 Hal Yang Wajib Anda Tahu Tentang KPR Sejahtera, Program Sejuta Rumah Bersubsidi

KTA Bank - Rumah hunian menjadi salah satu kebutuhan pokok setiap keluarga. Wajar saja jika kita yang berfikir ke depan khususnya para kawula muda senantiasa merencanakan kepemilikan rumah sedini mungkin. Tak jarang pula memiliki rumah sendiri menjadi tanda kesiapan seseorang untuk berumah tangga.

Namun sayangnya dengan nilai upah rata-rata masyarakat Indonesia saat ini merencanakan untuk membeli rumah sedini mungkin sangat susah terwujud. Menanggapi hal ini pemerintah indonesia telah menjalankan program sejuta rumah yakni sebuah program pembangunan rumah huni yang dikhususkan untuk dimiliki oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Berikut 7 hal yang wajib Anda tahu tentang KPR Sejahtera program sejuta rumah bersubsidi.

KPR Sejahtera via www.sejutarumah.id

1. KPR sejahtera terbagi menjadi dua jenis yakni FLPP dan SBB

Program sejuta rumah yang kerap pula disebut dengan KPR sejahtera ini terbagi menjadi dua program yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB).

Menurut informasi yang kami himpun kedua program berbeda ini sebenarnya sama-sama memberikan kemudahan serta subsidi yang sama. Hanya saja skema KPR FLPP yang dianggarkan dengan alokasi dana Rp 5,1 Triliun telah habis pada pertengahan tahun guna memberikan subsidi 58 ribu unit rumah huni.

Menanggapi hal tersebut pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali membuat skema subsidi KPR baru dengan program Subsidi Selisih Bunga. Kedua program tersebut sama-sama diciptakan guna mendorong kepemilikan rumah bagi masyarakat.

2. Syarat Utama Pengajuan Gaji di Bawah 4 Juta atau di Bawah 7 Juta

Rancangan ini memang sudah lama diputuskan guna memprioritaskan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun demikian ada beberapa alokasi yang diperuntukan bagi Anda yang memiliki gaji di atas Rp 4 Juta namun masih di bawah Rp 7 Juta per bulannya.

Adapun pembagian unit subsidi rumah terdiri dari 603.516 rumah untuk MBR dengan syarat utama gajinya di bawah Rp. 4 Juta dan 396.484 unit rumah susun bagi masyarakat non MBR dengan gaji di atas Rp. 4 Juta namun masih di bawah Rp. 7 Juta. Nah perlu Anda ketahui tuh rumah mana yang cocok Anda ajukan sesuai dengan penghasilan Anda.

3. Bunga 5% selama masa kredit hingga mencapai 20 tahun bisa Anda dapatkan lewat skema SBB. 

Sudah jadi rahasia umum dong jika bunga kredit rumah tiap tahunnya mengalami fluktuatif mengikuti kondisi perekonomian. Nah lewat program SBB tersebut Anda bisa mengajukan kredit dengan bunga tetap sebesar 5% sepanjang masa. Maksudnya sepanjang masa ini adalah selama cicilan KPR yang Anda ambil.

Lantas siapa yang menanggung bunga KPR yang mengalami fluktuatif tersebut? Ya inilah program SSB yang memberikan pembiayaan fluktuatif suku bunga KPR Anda. Jadi ringan kan tidak lagi terbebani suku bunga yang meningkat? Inilah keistemewaan KPR Sejahtera SSB, kapan lagi ada yang nanggung kenaikan suku bunga kalau bukan sekarang?

4. KPR Sejahtera Program Sejuta Rumah ini hanya bisa diajukan dalam pembiayaan KPR rumah Pertama dan Wajib Dihuni.

Sedari awal pemerintah telah menetapkan peruntukan KPR Bersubsidi ini khusus bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah yang belum memiliki rumah.

Jadi jangan beranggapan jika Anda memiliki gaji sesuai peraturan lantas bisa mengajukan KPR Sejahtera atau SSB ini jika sudah memiliki rumah.

Selain hal tersebut rumah yang Anda beli nantinya juga wajib dihuni. Hal ini mengantisipasi jika-jika ada oknum nakal yang memanfaatkan program sejuta rumah sebagai lahan investasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

5. Uang Muka KPR Bersubsidi Sangat Ringan Mulai 1% dari Harga Properti yang Anda Beli.

Pemerintah benar-benar ingin menjalankan Program KPR bersubsidi ini secara merata, tak heran jika di masing-masing daerah baik provinsi maupun kabupaten pemerintah telah menggandengan sejumlah stakeholder mulai dari pemerintah daerah, perbankan, dan pengembang guna mensukseskan program pro rakyat ini. Dampaknya harga dari rumah bersubsidi antara daerah satu dengan daerah lain tentunya tidaklah sama.

Guna mengajukan kepemilikan rumah KPR Sejahtera atau KPR SSB masyarakat cukup menyiapkan drop payment (DP) minimal 1%. Malahan BTN memberikan keringanan bagi masyarakat untuk mencicil DP tersebut selama 1 tahun (baca artikel sebelumnya: Dengan Uang Muka Rp 13 Juta Kini Sudah dapat Rumah Bersubsidi)

6. Cicilan KPR Sejahtera Maupun KPR SSB Mencapai Jangka Waktu Maksimal 20 Tahun.

Bagi Anda dengan penghasilan pas dan merasa susah menyisihkan uang ada baiknya mengambil cicilan bulanan dengan nominal kecil selama kurun waktu 20 tahun. Namun perlu kita ingat semakin kecil cicilan yang kita bayarkan maka akan semakin lama pula kredit rumah akan lunas.

Saran kita sih ambil jangka waktu pelunasan 10 tahun agar tidk terlalu lama. Bayangkan saja kalau kita punya umur 28 tahun dan mengambil jangka waktu cicilan kredit paling lama, di usia 48 tahun kredit tersebut nantinya baru lunas.

7. Langkah Pengajuan KPR Sejahtera atau KPR SSB dapat dilakukan Melalui 5 langkah.

Untuk mendapatkan rumah bersubsidi kita bisa mengajukannya dengan 5 langkah: 1). Mencari tahu informasi mulai dari syarat, harga, serta lokasi perumahan di wilayah Anda; 2). Cek lokasi atau survey lokasi perumahan sesuai dengan minat Anda; 3). Lengkapi syarat dan mendatangi kantor pemasaran/ pengembang untuk mengumpulkan berkas; 4). Menunggu pihak pengembang untuk memproses data Anda pada pihak bank yang ditunjuk; 5). Melakukan kesepakatan KPR Sejahtera maupun KPR SSP dengan pihak perbankan.

Uraian di atas merupakan 7 Hal yang wajib Anda tahun tentang KPR Sejahtera Program Sejuta Rumah sebelum melakukan pengajuan. Tunggu apa lagi, segera pertimbangkan kepemilikan rumah idaman Anda melalui KPR bersubsidi sebelum kehabisan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel