KUR BNI 2018 dan Syarat Pengajuannya

KUR BNI 2018 dan Syarat Pengajuannya – Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2018 menjadi sorotan berbagai masyarakat khususnya mereka yang berkecimpung di dunia usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai salah satu perbankan penyalur dana KUR memang mendapatkan jatah penyaluran cukup besar yakni Rp 11,5 Triliun.

Bagi Anda yang lebih akrab dan ingin mengajukan program kredit ringan dari pemerintah tersebut di bawah ini akan kami simpulkan mengenai syarat dan proses pengajuan KUR BNI 2018.

kur-bank-bni-2018-syarat-pengajuan

Sebagai program kredit  yang dicanangkan oleh pemerintah KUR memiliki berbagai keistimewaan dan keunggulan. Salah satu keunggulan yang mencolok yakni suku bunga yang berlaku dalam jenis pinjaman pengembangan usaha yakni sebesar 9 persen per tahun atau sekitar 0,4 persen per bulan.

Syarat KUR BNI 2018

Guna melakukan pengajuan melalui Bank Negara Indonesia (BNI) ada beberapa ketentuan dan syarat yang mesti kita siapkan. Ketentuan umum pengajuan KUR BNI  bisa dibilang sama dengan ketentuan pengajuan kredit usaha rakyat di perbankan lain yakni calon debitur telah menjalankan usahanya minimal 12 bulan dan calon debitur tidak memiliki pinjaman dari bank lain. Simak juga BNI salurkan KUR Mikro Melalui Sisfo.

Sementara itu beberapa syarat yang mesti kita persiapkan dalam proses pengajuan antara lain sebagai berikut.
  • Identitas diri berupa Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Identitas dan Legalitas Usaha dan atau Surat Keterangan dari pemerentah desa atau kelurahan yang menerangkan calon debitur memiliki usaha sesuai yang disampaikan.
  • Identitas Keluarga berupa Fotocopy Surat Nikah, KTP pasangan, dan Kartu Keluarga.
  • Fotocopy Surat Jaminan.
  • Pas Foto Terbaru.
Dengan beberapa syarat di Atas kita bisa memilih jenis KUR BNI yang akan kita ajukan baik itu jenis KUR Mikro, Ritel, maupun KUR TKI.

Hingga bulan ini debitur yang melakukan pengajuan kredit usaha rakyat melalui BNI didominasi oleh pengajuan KUR ritel padahal BNI juga memiliki jenis KUR lain yang dapat diajukan.

Adapun alokasi dana kredit sebesar Rp 11,5 Triliun yang rencananya akan disalurkan hingga bulan September tahun ini terbagi menjadi tiga pengelompokan yakni KUR jenis mikro dengan alokasi dana Rp 500 Miliar, KUR bagi TKI dengan alokasi dana Rp 1,5 Triliun, dan sisanya dialokasikan pada KUR jenis Ritel.

Proses pengajuan KUR BNI dengan syarat mudah dan proses cepat menjadi keunggulan tersendiri di samping suku bunga rendah yang ditawarkan. Sayangnya jenis kredit ini masih dan tetap diajukan dengan jaminan atau agunan. Simak juga Tabel Angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Meskipun pemerintah telah melakukan usulan agar dana KUR dapat diajukan tanpa agunan rupanya perbankan penyalur masih merasa keberatan pasalnya pemerintah sekedar memberikan subsidi suku bunga dan perbankan penyalur tetap memiliki resiko yang sama.

Demikian sedikit ulasan mengenai KUR BNI 2018 dan syarat pengajuannya, semoga dapat memberikan gambaran baik dalam melakukan pengajuan kredit usaha rakyat melalui BNI.

Belum ada Komentar untuk "KUR BNI 2018 dan Syarat Pengajuannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel