Dana KUR 2017 Sebesar Rp 110 Triliun, Sektor Ritel Dapat Jatah 18%

Program Kredit Usaha Rakyat 2017 masih menjadi berita hangat yang mewarnai pemberitaan di berbagai media. Meski rencana pemerintah dalam menurunkan kembali suku bunga mengalami kendala namun Dana KUR 2017 dianggarkan lebih besar dari tahun lalu. Langkah ini diambil tentunya dengan berbagai pertimbangan matang yang telah dilakukan oleh pemerintah dan komite KUR.

Pada tahun lalu beredar kabar jika suku bunga dalam kredit usaha rakyat di tahun 2017 ini akan diturunkan kembali menjadi 7% per tahun. Namun karena berbagai pertimbangan pemerintah akhirnya menetapkan bunga KUR 2017 tidak mengalami perubahan yakni 9% per tahun. Sementara anggaran yang semula dikabarkan sebesar Rp 90,2 Triliun justru dalam penetapannya mengalami peningkatan dengan target penyaluran menjadi Rp 110 Triliun atas berbagai usulan dan rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
dana-kur-2017

Penambahan target penyaluran ini senada dengan ungkapan Darmin Nasution selaku Menteri Kordinator Bidang Perekonomian dalam rapat evaluasi penyaluran KUR tahun 2016 dan perencanaan penyaluran KUR di tahun ini.
"Penyaluran KUR 2017 sesuai pokok kebijakannya, komite kebijakan menetapkan Rp 110 triliun, sesuai usulan plafon penyalur sudah kita terima serta rekomendasi OJK," ungkap Darmin, Kamis (9/2/2017) sebagaimana dikutip dari halaman detik.com.

Dana KUR 2017 dan Prosentasi Sektor Penerima Manfaat.

Dari target penyaluran sebesar Rp 110 Triliun tersebut rencananya akan disalurkan pada beberapa sektor usaha yang terbagi menjadi jenis mikro, ritel, dan TKI dengan rincian sebagai berikut.
  • Sektor Usaha Mikro mendapat jatah 81% dari seluruh anggara,
  • Sektor Ritel mendapat jatah sebesar 18%, dan
  • Sisanya diperuntukan bagi Pembiayaan bagi TKI.
Sekedar informasi di tahun 2017 ini lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat akan ditambah menjadi 38 lembaga yang terperinci dalam 33 lembaga perbankan, lembaga keuangan non perbankan sejumlah 4 lembaga, dan 1 lembaga koperasi.

Di sisi lain Agus Martowardojo selaku Gubernur Bank Indonesia memberikan usulan agar penyaluran pembiayaan KUR bagi UMKM perlu adanya strategi dengan pendistribusian secara merata dan tidak terpaku pada perbankan, sektor, maupun daerah tertentu. Selain usaha tersebut Agus juga menambahkan agar pembiayaan juga diberikan bagi pemula atau pelaku usaha baru.
"Penyaluran KUR berarah ke usaha yang debitur baru berdiri, start up, kreatif atau super mikro," kata dia dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (9/2/2017) dikutip dari halaman liputan6.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu program pemerintah Indonesia dalam menciptakan iklim usaha bagi UMKM yang berkonsentrasi memberikan kemudahan penerimaan pembiayaan dengan subsidi suku bunga dengan Dana KUR 2017 sebesar Rp 110 Triliun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel